POV Royyan "Mas Roy mau ke Cilacap?" "Iya. Nih mau berangkat, kenapa?" Kujawab pertanyaan Ayana sambil memakai sepatu. "Mas ... belum dapat ART yang cocok kan?" "Belum masih nyari nih. Kenapa?" Aku mengernyit melihat mata Aya yang tadi nangis bombay menjadi berbinar. "Jadiin Aya upik abunya Mas Royyan ya," ucap Aya. "APA!" Bukan hanya aku dan Fiqa yang kaget. Mamah dan Papah yang akan berangkat kerja pun kaget mendengar permintaan Ayana. "Ya ... ya ... ya." Nah kan, dia malah menatap kami semua dengan sorot mata memelas yang bikin semua orang jadi gak tega buat nolak. Hadeh. ????? "Aya yakin mau jadi ART-nya Roy?" Mamah memulai interogasi. "Yakin Tante, lagian Aya udah terbiasa dengan kerjaan rumah tangga." "Tapi Royyan cowok loh, Aya gak takut dicaplok sama Roy?" Wadaw. Apa

