POV Royyan Aku menyandarkan tubuhku pada sofa ruang tamu. Capeknya. Berangkat pagi pulang malam. Sebulan ini pekerjaanku benar-benar melelahkan. Wuih. "Mas ...," bisik sebuah suara lembut. "Astaghfirulloh! A ... Andita." Aku kaget, ART yang direkomendasikan Mbok Ijah tiba-tiba datang menghampiriku. "Mas Royyan baru pulang?" "Iya." "Mau saya masakin air anget Mas, mau saya bikinin kopi atau mau saya pijitin," tawarnya. "Gak usah! Sudah sana kamu tidur aja." Aku memilih segera masuk ke kamarku. Fuih. Andita itu ART yang baru bekerja selama seminggu di rumahku, dia cucu tetangganya Mbok Ijah. Gadis berusia 20 tahunan yang katanya gak bisa melanjutkan kuliah karena terhalang biaya. Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh padanya. Dia itu seperti sengaja menggodaku. Seringkali

