POV Rayyan Semalaman aku berusaha membujuk istri cantikku. Astaga hanya karena mie ayam dia ngambek gak ketulungan pake acara nangis segala. Akhirnya mau tak mau aku mencari si mas-mas penjual mie ayam dan pesan lagi. "Tolong bungkus dua ya Mas," pintaku. "Loh Pak Dokter bukannya Bu Dokter tadi udah pesen dua ya?" "Owh, ada kedua adikku minta dibeliin mie ayam," sahutku asal. Gak mungkin aku ngomong yang sebenarnya kan? Setelah menunggu hampir lima belas menit akhirnya mie pesananku jadi. "Ini Pak Dokter." Mas penjual mengulurkan kantung kresek berisi dua bungkus mie ayam padaku. "Makasih Mas, berapa?" "Dua puluh ribu Mas." "Ini." "Makasih Mas." "Sama-sama saya duluan ya Mas." Aku pun segera pamit dan kembali ke rumah. Aku berharap Nasha luluh dan gak nangis lagi. Aku takut A

