15. Debar Itu Nyata

1156 Kata

Demi apa coba, kenapa aku harus berada di sini bersama si buaya Kalirawa. Ingin kuteriak... Aaaaaa. "Nasha, kamu makin cantik aja dech," dr. Wijaya memulai aksi gombalannya. Aku hanya tersenyum tipis. Malas berkomentar. Saat ini kami sedang kondangan di tempat drg. Dhini yang bertugas di Sokaraja I. Mana rekan kerjaku kayak kompak membuat posisi duduk kami bersebelahan. Di sebelahku Seina seperti menahan senyum. Awas kau Sei, besok-besok aku gak mau jadi sopir dadakanmu lagi. "Seina, suamimu katanya pulang?" "Sudah dok, sekarang dinasnya di Bataliyon, ini saya aja ikut suami di asrama hehehe," jawab Seina. "Hem... Ya ya. Udah isi belum?" "Doakan ya dok. Cepet isi." "Jangan lupa nanti periksanya di tempat saya. Klinik Ibu dan Anak Wijaya Kasih. Nanti saya kasih gratis," ucap dr. Wi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN