Tepat satu minggu, Mas Rayyan masih belum sadarkan diri. Aku rutin mengunjunginya setiap hari dan menemaninya sampai sore. Tiga hari ini aku sudah mulai merasakan kencang-kencang pada pinggang dan perutku. Aku tahu ini kontraksi palsu. Aku rajin berjalan-jalan selama menunggui Mas Rayyan. Hari ini aku ditemani Mamah dan Rania. Raisa tadi pagi menengok kakaknya sebentar, bagaimanapun dia juga punya anak kecil yang masih butuh dijaga. Jadi tak bisa ikut menjaga kakaknya. "Gimana Na? Masih suka kenceng-kenceng gak?" "Masih Mah." "Kontraksinya sehari berapa kali?" "Cuma pas malem sama pas pagi aja Mah." "Owh, Keluar lendir atau flek gak Sayang." "Enggak Mah." "Mamah jadi inget, waktu lahirin Rayyan gampang banget. Waktu itu Mas Surya lagi di Jakarta. Mamah cuma sama pembantu. Waktu

