59

1305 Kata

Sementara itu di kediaman Nean. Lelaki itu sedang berada ruang kerjanya untuk memeriksa beberapa dokumen yang Pras berikan subuh tadi. Berhubung beberapa hari ini Nean tidak ke kantor, maka Pras lah yang terus memantau perusahaan. “Diminum dulu kak kopinya,” Ucap Zenna yang datang membawa nampan bersamaan dengan secangkir kopi. Nean meletakkan beberapa berkas dokumennya saat gadis pujaan hatinya datang. Ke dua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman saat Zenna meletakkan secangkir kopi itu di depannya. Pagi-pagi sekali Nean menginginkan Zenna untuk datang ke rumahnya, untunglah Dimas dan Lila mengizinkan. “Maafin kakak ya, gara-gara kakak kamu harus bangun pagi-pagi dan datang ke sini,” Ucap Nean dengan perasaan tidak enak hati. Zenna mendudukkan dirinya di depan meja kerja Nean

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN