Zenna pun masih tetap dalam posisinya dan Edera pun juga begitu. Keduanya semakin memandang sengit satu sama lain layaknya musuh yang sudah mendarah daging. “Bagaimana?” gadis itu semakin menampilkan senyum jahatnya. Sesekali Edera memang harus diberi pelajaran agar jera. Sudah saatnya pula wanita itu mendapat ganjarannya akibat dari perbuatannya di masa lalu. Zenna tidak benar-benar lupa dengan kejadian di masa lalu, dia juga masih ingat bagaimana perlakuan Edera kepadanya bertahun-tahun silam dan dia juga tahu Nean sudah berpisah dengan Lovinta lima tahun yang lalu. Cara licik itu ia pergunakan untuk menundukkan musuh, terutama Edera. Karena sejatinya gadis itu kembali memang untuk membalaskan dendamnya sampai tuntas. Termasuk kepada Danial—papanya sendiri. Lelaki itu juga menjadi

