Extra Part 1

1604 Kata

Proses persalinan sedang berlangsung, semua keluarga berbondong-bondong datang untuk memberikan semangat Nean agar tidak berpikiran buruk. Begitupun dengan Gilang dan Lovinta, dua insan manusia yang baru saja melangsugkan pernikahan itu juga turut menghibur Nean meskipun masih dalam keadaan mengenakan baju pengantin. Fatimah terlihat melangkah mendekat ke arah Nean yang sedang duduk dengan kepala tertunduk di kursi tunggu. “Nak, kamu sudah sholat dzuhur?” Fatimah duduk di samping sang putra. Dielusnya punggung lelaki itu yang masih saja bergetar. “Umi, apa Zenna akan baik-baik saja di dalam sana?” tanya Nean menatap sang umi dengan pandangan yang menyedihkan. Fatimah tersenyum, “Zenna adalah wanita yang kuat. Dia akan melakukan apapun demi orang-orang yang dicintainya. Zenna tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN