TELANJANG

1022 Kata
Udara yang kini menghembuskan dedaunan yang ada di pinggir taman tempat Ethan berada, membuat Ethan tersadar bahwa perilaku nya tadi tidak baik. "Saya benar-benar bingung dengan hidup saya, saya ingin mati saja." Ethan benar-benar mengatakan hal itu membuat wanita yang berada di samping nya marah. "Tidak boleh, apapun yang terjadi kau tidak boleh meninggal, masih banyak cara supaya kamu bisa mendapatkan makanan," ucap wanita itu. "Bagaimana aku tidak putus asa melihat hidupku? dalam sekejap harta kami ludes tidak tertinggal apapun." Ethan mulai berdiri. "Tidak apa-apa semua akan baik-baik saja," ucap wanita itu Wanita itu merenggut tangannya, hati Ethan tersentuh wanita dengan rambut hitam panjang ini dengan kulit putih serta wajahnya yang cantik menerima Ethan dengan baik. Mereka berdua berlari Ethan mengikutinya dari belakang, saat melihat wanita itu menoleh ke belakang denyut hatinya kembali berdetak tak kala hebat. Ethan merasa bahwa dia di bawa ke tempat yang sepi, apakah ini? "Dimana kita?" ucap Ethan. "Kenapa kamu membawa aku ke tempat yang kumuh ini?" ucap Ethan dengan mimik wajah yang sudah tak tenang lagi. Karena ruangan yang redup beberapa siluet beberapa lelaki kini datang ke arahnya, Ethan mungkin terkena tipu lagi. Ethan mencoba mengulas matanya, apakah ini benar? Apakah wanita tadi adalah wanita yang jahat? Lelaki yang berbadan itu berbaris sejajar seperti memberi jalan untuk seseorang, dan benar saja kini Ethan melihat lelaki dengan jas yang hitam dia kenakan dan sepatu hitam serta sisiran rambut yang benar-benar rapi. "Siapa kalian?" tanya Ethan dengan bibir yang gemetar. Lelaki dengan jas hitam itu datang mendekat ke arah Ethan matanya yang tajam bak.tatapan petir kini membuat jantung Ethan takut. Beberapa saat kemudian, wanita yang tadinya membawa dan memberikan motivasi hidup bagi Ethan kini muncul dari belakang bos ber- jas hitam itu. "Apakah kamu masih ingin mati?" tanya wanita itu kepada Ethan sambil menyenderkan kepalanya pada Bos jas hitam itu. "Seperti nya aku tertipu lagi." Gumam Ethan sembari menunduk. Bos itu kembali lagi berjalan dengan mendekatkan mulutnya ke arah telinga Ethan membuat darahnya berdesir. "Apakah kamu mengenali aku?" tanyanya dengan suara yang seksi. "Siapa kamu, aku tidak mengenal dirimu," balas Ethan. "Hahahah, kamu mungkin lupa saat ayah dan ibumu butuh uang mereka datang kepadaku bukan?" Ethan langsung mengingat kemana tujuan ayah dan ibunya ketika kondisi perusahaan tidak baik. Ethan terdiam dan menunduk dan lelaki itu kembali lagi membuka suaranya. "Kami mampu membayar hutang-hutangnya? Kalau tidak salah itu hanya berkisar 5 ?" ucap lelaki itu membuat bola mata Ethan seketika ingin keluar. "Apa? 5 ribu saja aku tidak punya bagaimana dengan 5 M." Ethan terkejut tak kalah mati sepertinya dia benar-benar di uji oleh Tuhan. "Aku berbaik hati." ucap boss itu dengan senyum smirk khas nya. Mendengarkan kata berbaik hati dari boss itu Ethan kembali menarik nafas dia seketika bisa tersenyum tipis. "Tapi saya akan memberikan dua pilihan kepada kamu, kamu harus memilihnya salah satu kalau tidak kamu harus siap," perintah boss itu. "Baik pilihan apa yang akan bos berikan kepada ku agar aku bisa hidup?" Lelaki dan wanita itu tersenyum Badas, Ethan yang tak tahu apa-apa kini dia terdiam sejenak, dia bingung apakah kata-katanya tadi membuat mereka sakit hati? Beberapa jam kemudian Ethan yang berjalan perlahan melewati jalanan yang sepi itu kini merasa sedih. "Tidak ada yang mudah di dunia ini, kenapa semua mempersulit aku?" teriak Ethan. "Kenapa? kenapa aku percaya pada orang yang salah?" teriaknya lagi. Ethan benar-benar frustasi saat ini, baunya sudah melebihi kapasitas, dia belum mandi beberapa hari dan juga belum Menganti pakaiannya. Di benar-benar benci dengan keadaan sekarang, dia meludahi jalanan itu dan menendang botol minuman yang pas di depannya. Plungh .... Ethan mengira tidak akan kena ke siapa-siapa tetapi dia mendengarkan suara jeritan yang membuat hatinya kembali takut lagi. "Aew,, ulah siapa ini, dasar tidak tahu malu, apakah anda kurang pekerjaan?" ucap tiga lelaki bernada tinggi. Ethan berusaha lari namun mata ketiga pria itu sudah sempat melihat siluet badannya, terjadi kejar-kejaran di antara mereka berempat. Ethan yang tak sanggup lagi berlari kini terjatuh di jalanan itu, bola matanya yang mulai redup melihat ke tiga preman itu mendekat dan yah dia kembali di pukuli. "Bagaimana nanti nasip ku tuhan? aku berserah kepada kamu." ucap Ethan saat dia menutup matanya dengan perlahan. Mereka bertiga kini memukuli badan Ethan, mengencingi nya dan juga merobek baju nya, mereka tertawa tak kalah kencang saat melihat Ethan sudah telanjang. "Ini cocok dengan stylean kamu, dasar manusia bodoh, seharusnya kamu mati saja." ucap lelaki yang di tengah dengan kepala botak. "Kamu di dunia ini hidup hanya menyusahkan dirimu saja, di pukuli dan di maki-maki, bukankah itu membuat hidup mu terasa berat?" ucap lelaki yang berada di sebelah kanan lelaki botak itu. "Kamu sekarat saja sudah membuat pusing apalagi kamu sehat, dasar manusia tidak diinginkan." ucap lelaki yang berada di sebelah kiri itu. Untung saja Ethan tidak mendengarkan semua cacian dan makian itu karena dia tidak sadarkan diri. Beberapa saat kemudian ketiga preman itu pergi dari hadapannya tetapi sebelum itu mereka meludahi Ethan. Sungguh sial dan tragis nasibnya, Ethan kini tergeletak di jalanan itu dia tidak tahu lagi bagaimana posisinya sekarang, setiap orang yang melihatnya merasa iba dan kasihan namun tidak menolong nya. "Kasihan sekali dia? Kenapa hal itu bisa terjadi kepadanya?" tanya wanita tua yang memakai syal hitam itu. "Apa yang terjadi kepada dia?" tanya wanita dengan buku yang dia pegang. Banyak orang yang lewat karena ini sudah jam 6 pagi semua memulai aktivitas nya masing-masing, Ethan masih tak sadarkan diri. Beberapa menit kemudian, dia mulai membuka mata dia mencium aroma yang tak sedap, tetapi dari mana itu? Ethan melihat sekeliling, banyak orang yang menatapnya, ada apa dengan dirinya? Ethan reflek melihat tubuhnya yang kini telah telanjang bulat. "Apakah ini ulah dari tiga preman tadi malam?" gumamnya. Dia berusaha menutupi tubuhnya dengan melekukkan badannya sendiri, urat malunya telah putus dia mencoba menunduk, beberapa saat kemudian Ethan menerima jaket dari seseorang. Seorang wanita datang memasuki kerumunan itu, dia memberikan jaketnya dan menutupi badan Ethan. Senyum tipis membuat Ethan tidak percaya lagi kalau di dunia ini ada orang baik. Slurrr... Ethan melemparkan jaket itu ke hadapan wanita tadi dan membuat semua orang bingung dengan sikapnya. Apa? Apakah Ethan se ceroboh itu? Tidak menerima bantuan orang lain? Dasar biadab " teriak Ethan keras."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN