Part 3. Ujian dalam kesetiaan

768 Kata
Tiga hari setelah Toni berterus terang pada Ratna tentang rencananya untuk pergi keperantauan kini tibalah saatnya hari yg sudah ditentukan Toni untuk berangkat bertolak ke negri orang. Kedua orang tua Toni nampak bersedih hati karena putra semata wayangnya akan pergi meninggalkan mereka. Namun doa beriring restu mereka berikan dengan harapan semoga perjalanan serta jalan hidup yg akan ditempuh oleh Toni diberi kemudahan dan kelancaran oleh yg maha kuasa. Ayah serta ibu toni memberikan nasehat agar Toni berpandai pandai di perantauan, jangan sampai salah pilih jalan serta jangan lupa untuk beribadah. Pandailah menempatkan diri di manapun berada. Serta ibu toni juga berpesan jangan lupa mengirim surat untuk mereka untuk memberi tahu bagaimana keadaannya nanti disana.Toni mendengarkan nasehat kedua orang tuanya itu dengan sebaik-baiknya. Toni siap untuk berangkat dan bekalnya pun sudah dipersiapkan dari semalam. Semua pakaian yg di rasa perlu sudah dia masukkan dalam tas ransel kesayangannya. Dengan berbekal sedikit uang akhirnya tonipun berangkat dari rumah orang tuanya diiringi Isak tangis dari ayah dan ibunya. Berat rasanya untuk Toni berpisah dengan ayah dan ibunda tercinta, ia tak kuasa melihat derai air mata jatuh dari pipi wajah tua yg selalu menyayangi ya itu, namun karena cita cita serta impian yg luhur Toni berusaha untuk tegar. Sesampainya di loket bus Disana telah menanti seorang gadis berkerudung putih, ditangannya di memegang suatu bungkusan parasnya nampak cantik dengan sepasang lesung Pipit di pipinya. Dialah kekasih Toni yaitu Ratna dia datang sendirian saat itu. Ada sedikit murung di wajahnya, mungkin karena akan berpisah dengan Toni dalam waktu yg cukup lama dan tidak tau kapan pastinya untuk mereka berjumpa kembali. Toni menghampiri gadis itu, sang gadis telah menyadari yg ditunggu telah datang diapun melangakah menghampiri Toni dari lawan arah. Sejenak mareka berdiam diri terpaku memandang satu sama lain dengan raut wajah yg begitu bersedih. Eh.... Ratna udah datang ya? Udah berapa lama sampainya dan sama siapa? Maaf ya kakak agak terlambat" Toni membuka suara memecah kekakuan diantara mereka. Iya kak, ini Ranta juga baru sampai kok, Ratna datangnya sendiri aja kok kak, tadinya Dewi mau ikut temenin tapi Ratna larang, soalnya Ratna memang maunya sendirian aja kesininya, ini kak sedikit oleh oleh buat kakak, Ratna sendiri yg buat, semoga kakak suka ya" balas Ratna pelan dengan senyum yg agak dipaksakan seolah menyembunyikan kesedihan di wajahnya. Namun bukan Toni namanya kalau dia tidak tau apa yg sedang dirasakan Ratna saat ini. Toni mengambil bungkusan yg diserahkan Ratna padanya kemudia Toni menggenggam tangan Ratna sambil berkata, terima kasih ya Ratna atas bekalnya serta keikhlasan Ratna untuk melepas kepergian kakak, sudah pasti saja kakak suka atas pemberian Ratna ini, karena Ratna adalah kekasih kakak yg teramat kakak sayangi sampai kapanpun meski nanti jarak yg memisahkan kita namun di hati kakak hanya ada nama Ratna seorang.Ratna kakak janji akan setia pada Ratna itupun selama Ratna masih menginginkannya. Begitupun sebaliknya kakak sangat berharap pada Ratna agar setia dan mau menunggu kakak pulang untuk meminang Ratna jadi istri kakak nanti. Semoga hubungan kita ini terus berlanjut sampai kebiduk rumah tangga dan kita akan jadi kakek dan nenek hingga akhirnya hanya maut yg memisahkan kita. Kakak akui ini adalah ujian yg teramat sangat berat untuk kita, namun demi kebahagiaan kita nanti kita harus kuat untuk melewati ujian ini Ratna sayang. Doakan Kakak agar berhasil meraih cita cita dan lekas kembali kesisi Ratna ya adinda ku yg tersayang" ucap Toni penuh haru sambil membelai rambut Ratna dibalik kerudung putih nya itu. Memang suatu yg berat dalam sebuah hubungan adalah ketika orang yg kita sayangi pergi jauh dari kita. Hari hari yg dulu ceria nanti berganti dengan kesedihan. Namun jalan hidup hanyalah tuhan yg bisa menentukan, kita sebagai manusia hanya bisa menjalani apa yg sudah digariskan untuk takdir dalam kehidupan kita. Hal itu pulalah yg dirasakan oleh Toni dan Ratna saat ini. Disaat bunga cinta mereka baru mekar dan kisah asmara yg baru berjalan seumur jagung namun sekarang harus berpisah dengan jarak yg cukup jauh. Mendengar ungkapan dari sang kekasih Ratna sudah tak kuasa lagi membendung air mata yg sedari tadi dia tahan. Kini wajah cantik itu telah di aliri air mata kesedihan. Kak, kalau saat Ratna boleh memilih, ingin rasanya Ratna ikut dengan kakak, berat rasanya untuk berpisah dengan kekasih yg selama ini Ratna sayangi, tak terbayang oleh Ratna kak, bagai mana Ratna nanti menjalani hari hari dengan penuh kesunyian. Kakak lah satu satunya lelaki yg telah mengetuk pintu hati Ratna dan mengajarkan Ratna tentang yg namanya cinta terhadap lelaki. Selama ini selalu ada kakak tempat Ratna berkeluh kesah, tempat berbagi dalam suka maupun duka. namun sekarang kakak malah akan pergi jauh meninggalkan Ratna untuk waktu yg belum pasti kapan akan kembali nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN