BAB 34

2799 Kata

Siang telah menjelma menjadi malam. Awan cerah kini berganti menjadi gelap. Rasanya tiap detik yang dilalui terasa sangat lama. Maura tidak sabar menunggu hari esok untuk bertemu dengan Ervin. Momen yang sudah ditunggunya sejak lama. Benar apa yang dikatakan Dimas, kalau Tuhan itu tidak jahat. Tuhan memberikan takdir seperti ini karena ada maksud baik yang terselip di dalamnya, dan kini Maura merasakan maksud baik itu. Seiring berjalannya waktu, Maura belajar menjadi seorang Ibu yang bertanggung jawab untuk anak-anaknya, mungkin itu maksud baiknya. Sudah lebih dari lima kali ia mencoba untuk berganti posisi tidur, namun tidak kunjung bisa. Rasa kantuk hilang begitu saja. Penantian panjangnya ini terasa seperti sebuah mimpi, bahkan ia tidak percaya kalau dirinya bisa melewati semuanya. Me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN