Veronica bangun dari tidur lelapnya. Ia menyadari bahwa ini bukanlah kamar hotelnya. "Udah bangun Ve?" Suara laki-laki yang tak asing terdengar olehnya. "Adam itu beneran lo. Gue pikir cuma mimpi." Ucap Veronica kaget. Adam tertawa. Sebenarnya wajahnya tampan dan berkharisma. Namun Veronica hanya menganggap Adam sebagai sahabatnya. "Iya. Tadi malem Lo gak bisa dibangunin Ve. Gue gak tahu harus bawa Lo kemana. Ya, akhirnya gue bawa Lo kesini." Ucap Adam panjang lebar. "Thanks ya." Veronica merasa telah berhutang Budi pada Adam. "Santai aja." Jawab Adam sambil mengerlingkan matanya. "Gue harus pergi. Ada hal penting yang harus gue urus." Ucap Veronica sambil beranjak dari tidur. "Tunggu dulu! Makan dulu sup ini. Lo kan habis minum-minum semalam, ini bisa ngilangin pusing." Adam mena

