Di Kamar Zico dan Zara Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Zico dan Zara sudah membersihkan diri masing-masing. Zara sudah berpenampilan sangat cantik, membuat Zico tak berhenti memandang ciptaan Tuhan yang sangat sempurna itu. "Sayang. Terima kasih karena sudah menjadi istriku." Ucap Zico sambil memeluk istrinya dari belakang. Zara melepaskan pelukan suaminya, ia membalikkan tubuhnya sehingga mereka berdua saling berhadapan. Zara mulai merapikan pakaian suaminya. "Seharusnya aku yang berterima kasih karena mempunyai suami sempurna sepertimu." Ucap Zara sambil memasangkan dasi Zico. Zico memegang lembut pipi istrinya. "Sayang, setelah kejadian yang menimpa kita akhir-akhir ini. Ada hal yang telah kita lupakan." Ucap Zico. "Apa sayang?" Tanya Zara penasaran. "Kita belum pergi

