benar benar sial disaat penting seperti ini banyak sekali orang yang sedang mengantri berobat di tabib langganan kediaman Fei, mau tidak mau aku harus mencari tabib lain. Beruntung nya aku menemukan tabib luar kota yang sedang berada di desa, segera aku meminta pertolongan nya sambil menceritakan keseluruhan kejadian yang dialami Ziiafeinan tabib yang mendengar malang nya nasib Ziiafeinan langsung menyuruh ku menghantarkan nya ke kediaman kami. Tak lama aku dan tabib sampai di rumah Membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai ke kediaman,, saat sampai aku mendengar suara tangisan histeris dari nenek kakek dan para pelayan setia kediaman sudah kuduga pasti mereka akan seperti ini.
" Ckck kamu lama sekali liangfei nyawanya tergantung dari waktu semoga masih bisa selamat " ucap Elizabeth.
" Tolong jangan mengucap seperti itu Ziiafeinan pasti selamat! " jawab ku dengan tegas.
" Jadi apakah ini tabib yang kamu panggil...? Baiklah jangan bertele-tele kita sudah kehabisan waktu 15 menit nah tabib tolong cek kondisi nona Ziiafeinan dia ada dikamar mari.. " pinta Elizabeth Sambil menunjukkan jalan
" Baik nona.... Yaampun kenapa bisa separah ini tindakan yang benar benar bagus mengikat nona ini " ucap tabib
" Tolong tabib! Tolong sembuh kan cucu kami! Usahakan semampu mungkin tabib kami benar benar mengandalkan mu.. hiks..hiks.. "
" Tenanglah nek tabib pasti akan menyembuhkan Ziiafeinan ayo nek berdiri lutut mu akan sakit nanti "
" Kenapa bisa begini Liangfei? Apa salah Ziiafeinan siapa yang tega meracuni nya?"
" Orang itu pasti akan kena karma nya nek pasti! " Ucap ku
" liangfei bawa mereka semua keluar mereka akan mengganggu pengobatan tabib "
" Tidak nona Elizabeth! nenek tetap akan disini nenek akan menemani Ziiafeinan! " Jawab nenek memohon.
" Nek ayo kita harus keluar,, kalo kita disini takutnya kita akan kehabisan waktu tabib butuh ketenangan untuk mengobati Ziiafeinan " ajak ku pada nenek.
" Aku dan tabib akan disini menolong Ziiafeinan aku berjanji Ziiafeinan pasti akan selamat " ujar Elizabeth menenangkan kami semua yang khawatir.
" Benarkah nona Elizabeth? Ucapan mu bisa dipercaya? Ya Tuhan syukurlah kami semua mengandalkan kalian berdua tolong selamatkan Ziiafeinan " jawab kakek.
Akhirnya setelah ucapan Elizabeth itu kami semua keluar dan nenek yang dari awal keras kepala akhirnya luluh juga dan mau diajak untuk keluar, kami menunggu hampir setengah jam di luar dan aku pribadi sedikit ngeri mendengar teriakan kesakitan Ziiafeinan entah apa yang dilakukan Elizabeth dan tabib didalam sana. Ingin sekali aku masuk dan melihat apa yang mereka lakukan tetapi kesopanan menghalangi ku untuk melakukan nya dan seperti nya kakek juga mengalami yang aku rasakan,, 1 jam berlalu akhirnya tabib pun keluar tetapi tidak dengan Elizabeth dia masih berada didalam.
" Bagaimana tabib?? Ada apa dengan cucu kami? Apa dia baik baik saja? " Tanya nenek dengan sangat khawatir.
" Tidak perlu panik kondisi nya saat ini sudah mulai membaik,, tapi tolong saya sarankan jika ingin menemui nya hanya boleh 1/2 orang saja ini demi kebaikan nya tapi untuk saat ini saran saya jangan menemuinya terlebih dahulu seperti nya dia memiliki sedikit trauma yang di alami " ucap sang tabib.
" baik tabib kami akan mengikuti saran mu " ucap kakek.
Saat mereka semua sedang sibuk berbincang soal kondisi Ziiafeinan, aku sendiri sibuk melihat apa yang dilakukan Elizabeth lewat jendela karena kain nya yang aku tarik tadi membuat jendela kecil itu jadi terlihat dari luar, aku akan mendeskripsikan apa yang dilakukan Elizabeth mungkin yang dilakukan Elizabeth pertama dia mengamati sobekan dari perut Ziiafeinan dengan sangat serius, kedua dia juga mengamati jari jari kuku Ziiafeinan setelah itu membuka sedikit mulut Ziiafeinan sambil mengamati nya dengan teliti, ketiga dengan sarung tangan dia meraba raba sambil mengamati kembali baju dari Ziiafeinan yang sudah dilepas karena banyak sekali darah di baju nya,, sampai situ saja aku tidak bisa mendeskripsikan nya kembali setelah Elizabeth melakukan prosedur seperti otopsi mayat dia hanya duduk dengan wajah serius.
Aku tidak mengerti apa yang dia lakukan tadi aku juga tidak mengerti apa yang dia pikirkan tapi didalam benak ku aku memang mengakui dia mempunyai kemampuan yang hebat layaknya para detektif agak kekanak-kanakan tapi memang seperti itu dari kemampuan gerak gerik nya yang pandai menganalisa hingga mengamati hal hal kecil yang orang lain tidak amati,, itu saja yang bisa aku ceritakan soal kemampuan nya aku belum mengenal nya terlalu dekat.
Setelah beberapa menit akhirnya Elizabeth keluar juga aku ingin berbicara padanya tetapi tabib keburu menyerobot pembicaraan ku.
" Bagaimana nona Elizabeth apa yang kamu temukan? " Tanya tabib.
" Jangan menganggap ku seperti pakar tabib,, kemampuan mu lebih hebat daripada aku "
" Sungguh nona aku terpukau dengan pengetahuan mu kamu bilang tadi itu adalah racun haluan dalam sekali pengamatan kamu tau itu racun yang bisa membuat penderitanya menjadi menghalu "
" Racun haluan? Apa itu? Eh.. ma..maaf aku memotong pembicaraan silahkan lanjutkan " jawab ku dengan malu karena memotong pembicaraan mereka berdua.
" Aku pernah berurusan dengan racun seperti itu sebelumnya itulah sebabnya nya aku tau tapi aku tidak terlalu mengerti,, jadi aku butuh bantuan mu untuk menanganinya lebih lanjut tabib "
" Itu pasti nona Elizabeth,, racun ini sungguh berbahaya untungnya saja aku punya penawar nya tapi itupun juga belum sempurna,, benar benar orang yang kejam yang memberi racun ini pada wanita entah siapa yang berani melakukan nya " ucap sang tabib
" Soal itu anda tidak perlu memikirkan nya tabib tolong buat kan obat secepatnya untuk nona Ziiafeinan kita perlu meminum kan nya nanti "
" baik nona Elizabeth aku akan membuat kan nya segera aku pamit dulu "
setelah berpamitan tabib pergi membuat obat yang diminta Elizabeth didalam percakapan itu kakek dan nenek tidak ada,, aku yakin pasti mereka berdua tidak tau bahwa cucu kesayangan mereka terkena racun yang berbahaya sebab tabib tadi tidak memberi tahu mereka.