Pov : AZKA Langit tampak begitu cerah, sinar mentari terang menyinari bumi. Seolah ikut merayakan kebahagiaan yang aku dan Rania rasakan detik ini. Di depan outlet kedua kami. Para pelanggan mulai berdatangan. Menikmati beberapa menu yang kami sajikan. "Nggak nyangka ya, Mas. Akhirnya kita berada di titik ini," ucap Rania sembari menatapku. Senyum manis terlukis di wajahnya yang cantik. "Iya, Dek. Semua karena Allah dan tak lepas dari perjuangan dan kesabaranmu," ucapku dengan senyum yang sama. "Kok aku sih, Mas? Kamu harusnya. Kamu yang selalu sabar, berjuang dan berkorban hingga Allah menghadiahkan semua kebahagiaan ini untukmu," balas Rania lagi lalu menyandarkan kepalanya ke lenganku. Althaf tampak terlelap di gendongannya. "Mas bisa sesabar dan terus berjuang begitu juga karena k

