Bab 67

1408 Kata

Pov : Gaza Berbagai pertanyaan dan kekhawatiran mulai menyesaki benak. Mungkinkah orang yang kupercaya kembali berkhianat? Dulu, Andah sama Ahdan lalu Haikal dan kini Mas Danu dan Pak Agung. Begitukah? Tak pantaskah aku mempercayai seseorang? Kenapa tiap kali aku berusaha memberikan kepercayaan pada seseorang, saat itu juga aku dikhianati. Apakah itu artinya aku tak perlu mempercayai mereka dan berusaha menyelesaikan semuanya sendiri? Kepalaku mendadak pusing memikirkan ini semua. Ya Allah, ada saja ujian dalam hidupku. Harusnya aku sudah sukses berkarir dan berkeluarga, bukan malah dipusingkan dengan hal-hal begini. "Za, kamu sudah telpon Agung?" Abah kembali mengagetkanku. Detik ini dia sudah berdiri di samping meja kerjaku. Entah sejak kapan Abah berdiri di sana dan menatapku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN