|Azka, kamu ini gimana? Sudah tahu Rania hamil muda. Kenapa malam-malam begini diajak jalan-jalan ke alun-alun kota? Pakai vespa pula! Bagaimana ummi nggak khawatir kalau kamu seperti ini? Nggak ada tanggungjawabnya sama sekali. Atau kamu memang sengaja supaya cucu ummi kenapa-napa?| Pesan itu akhirnya terbaca juga oleh Mas Azka, setelah dia kembali dari toilet sekalian salat isya di masjid sebelah, katanya. Kulihat wajahnya berubah masam seketika. Mungkin dia lelah dan kecewa mendapatkan pesan seperti itu tiba-tiba, di saat aku dan dia baru saja ingin menikmati momen bersama. Perlahan air matanya menitik namun dengan cepat disekanya. Lelakiku yang sederhana itu pun menghembuskan napas panjang, entah apa yang dia ketikkan di sana namun sepertinya cukup panjang. Aku juga tak berani menc

