Suasana halaman mendadak panik, Mang Asep dengan tubuh penuh keringat berusaha menopang tubuh Bude Sri yang tak sadarkan diri. “Ya Allah … gimana ini …,” gumamnya. Dengan tergesa, ia berteriak memanggil Mang Agus dan Bi Ijah, mereka bertiga akhirnya berhasil menggotong Bude Sri ke mobil. Sirene samar-samar terdengar dari kejauhan saat mobil itu melaju menembus jalan malam, menuju rumah sakit terdekat. Di ruang tunggu rumah sakit, Mang Asep mondar-mandir, cemas. Tangannya memegang ponsel, lalu dengan tekad kuat, ia menekan sebuah nomor. “Halo, Ayu?” suaranya parau dan tergesa. “Iya, Mang … ada apa?” jawab Ayu dari seberang, suaranya terdengar cemas. Mang Asep menelan ludah, mencoba menahan getar suaranya. “ Mbak Sri … beliau … sekarang ada di rumah sakit.” Keheningan menekan di seb

