Ayu Diculik

1196 Kata

PENCULIKAN  Di Amerika, Raka terdiam kaku di depan laptopnya. Ruangan apartemennya yang modern dan rapi mendadak terasa sempit, seakan udara terhisap keluar. Suara kipas pendingin ruangan berdengung pelan, namun telinganya hanya dipenuhi gema tuduhan itu. Tangannya mengepal di atas meja, buku jarinya memutih. “Ayu …” gumamnya nyaris tak terdengar, matanya bergetar menahan perasaan yang campur aduk—kebingungan, sakit hati, dan amarah. Ia berdiri tiba-tiba, kursi bergeser keras ke belakang. Dadanya naik turun, matanya menatap kosong ke layar yang kini hanya menampilkan koneksi terputus. “Jonathan …” Raka menyebut nama itu lirih, namun nadanya sarat dengan bara yang mulai membakar. Ayu masih menahan perih di pipinya, matanya berair bukan hanya karena sakit, tapi juga karena harga diri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN