Nafsu yang Membara

1127 Kata

Mobil berhenti mulus di pelataran hotel berbintang, Jonathan turun lebih dulu, langkahnya tenang penuh wibawa, ia menoleh ke arah Ayu yang masih duduk kaku di kursi penumpang, kantong plastik belanjaan tergenggam erat di tangannya. “Turun,” ucap Jonathan singkat, suaranya dalam dan tak bisa dibantah. Ayu menunduk, menarik napas panjang lalu membuka pintu dengan tangan gemetar. Jonathan melangkah lebih dulu ke pintu masuk, sementara Ayu berjalan setengah langkah di belakangnya. Di resepsionis, Jonathan menyodorkan kartu kredit tanpa banyak bicara. “Kamar suite. Sekarang.” Resepsionis menyambut ramah, mengetik sebentar, lalu menyerahkan kartu kamar. Senyum profesional itu hanya membuat Ayu semakin merasa telanjang, seolah semua orang bisa membaca isi hatinya. Lift terbuka, Jonathan ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN