Penyelamat

1192 Kata

Jonathan menutup pintu minibus, menggenggam erat ponsel yang baru saja ia temukan. Tatapan matanya masih menyimpan rahasia, senyum tipis itu belum sepenuhnya hilang dari wajahnya. Jonathan kembali ke mobilnya. Begitu membuka pintu, pandangannya langsung jatuh pada Ayu yang duduk meringkuk. Jas yang ia berikan tadi sudah menutupi tubuhnya, namun Ayu tetap terlihat gemetar, kedua tangannya erat mencengkram kain itu seakan takut terlepas. Jonathan duduk di kursi pengemudi, lalu menoleh. Tatapannya tajam, namun kini lebih tenang. “Biar kulihat,” ucapnya pelan. Ayu menunduk makin dalam, pipinya memerah meski air mata masih menetes. Ia hanya bisa memejamkan mata, terlalu malu untuk menatap balik. Dengan hati-hati, Jonathan mengulurkan tangan. Ujung jarinya menyibak sedikit kerah jas yang men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN