Rencana Pernikahan Tuan Muda

1610 Kata

Nyonya Dewi melanjutkan, suaranya tegas, penuh strategi. “Dengan pernikahan itu, saham keluarga Wiguna akan otomatis berpihak pada kita. Total kepemilikan akan menjadikanmu kandidat kuat untuk kursi presiden direktur. Itu langkah yang tidak bisa kita sia-siakan.” Jonathan menyandarkan tubuhnya ke kursi, rahangnya mengeras. Tangannya meremas sendok, seolah menahan sesuatu. Tatapannya kosong, tapi matanya menyimpan bara. “Pernikahan ini bukan hanya soal keluarga,” kata Nyonya Dewi lebih pelan, namun semakin menusuk. “Ini tentang kekuasaan. Tentang masa depan keluarga ini, tentang posisimu.” Hening kembali menyelimuti meja makan. Hanya terdengar suara detik jam yang menggema samar di ruangan besar itu. Jonathan tidak berkata sepatah kata pun. Namun dari tatapan matanya, jelas sekali bahw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN