Sejak tadi pagi Tristan selalu berusaha untuk mendekati Sana, hanya saja tidak pernah berhasil. Kehadiran Joe membuat semua kemungkinan tertutup rapat. Padahal dia tidak bermaksud apa-apa, hanya ingin memberikan oleh-oleh dan meminta maaf karena sudah berbuat tidak baik. Sayang, Joe mengunci Sana di ruangan bersamanya sehingga dia tidak memiliki kesempatan itu. Tristan mengusap wajah kasar. Sekarang sudah siang, pasti Joe membawa Sana keluar untuk makan siang. Setahunya seperti itu, Joe dan Sana tidak pernah berada di ruangan mereka saat istirahat. Kalaupun Sana sendirian di ruangan dan tidak ada Joe, pintu ruangan mereka pasti dikunci dari luar dengan kunci yang dipegang oleh Joe. Benar-benar Joe tidak memberikan kesempatan padanya untuk mendekati Sana. Ternyata Joe tidak lebih posesif

