Selama ini Joe selalu percaya pada instingnya karena tidak pernah sekali pun mengecewakan. Sekarang pun demikian. Dengan d**a bergemuruh keras Joe membuka pintu dan menemukan 4 orang, 3 laki-laki dan seorang perempuan. Keempat orang itu menoleh ke arahnya ketika dia membuka pintu. "Joe!" Suara perempuan yang menyerukan namanya itu sangat dikenalnya. Serta-merta perempuan yang tidak lain adalah Sana berlari ke pelukannya. Joe membalas pelukan itu erat, apalagi saat dirasakannya tubuh Sana-nya bergetar. Astaga, apa yang sudah dilakukan orang-orang itu perempuannya? Sungguh Joe tidak akan memaafkan kalau sampai ada di antara mereka yang sampai menyentuh Sana. "Kamu nggak apa-apa, Hon?" tanya Joe berbisik di telinga Sana. Sana tidak menjawab, hanya kepalanya saja yang mengangguk. Rasanya

