KTA’S 65 – Perfect Sinner

2134 Kata

Hening. Dengan susah payah ia membuka sepasang kelopak mata yang seakan diberi lem perekat. Lantas menegakkan punggungnya yang  terasa amat berat. Rasa pegal menjalar ke seluruh punggungnya yang tersandar pada sandaran kursi kayu dan kepalanya hanya mampu tertunduk seperti bunga layu yang terbebani seekor lebah yang hinggap. Ia berusaha mengedarkan sepasang manik ke seluruh ruangan gelap dan senyap dengan aroma yang sama. Kuburankah? Benarkah dirinya telah menyusul Ibu yang telah kembali ke dalam dekapan Pemilik Semesta? Jika iya, lalu di mana bocah kecil itu? Sekali lagi ia hanya mampu mengedipkan sepasang matanya yang masih terasa terbebani oleh berkilo-kilo gabah padi dan lekas berupaya menajamkan sepasang pupilnya untuk menangkap sesosok gelap yang tengah berdiam diri di sudut bersama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN