KTA'S 116 - Over Right

1823 Kata

Pandangan pertama kali yang berhasil menarik perhatian kedua matanya adalah keadaan rumahnya yang penuh perbedaan. Bukan berbeda karena Papa melakukan dekorasi ulang, melainkan rangkaian bunga yang menghiasi pintu juga karpet merah di sepanjang jalan menuju pintu rumahnya. Panji menghadapkan tubuhnya ke samping. Menatap Laisa yang tengah dipenuhi rasa kejut. "Semoga kita menjadi sepasang pengantin yang bahagia," ujarnya tanpa ragu. "Pengantin," ulang Laisa. Tatapannya lekas tertuju ke arah Panji. Laki-laki itu menganggukan kepalanya dengan bangga. "Iya. Dan aku akan memiliki istri yang cantik," balasnya membelai rambut panjang Laisa lantas tersenyum lebar. Laisa tahu makna senyuman itu. Senyum yang selalu Panji tunjukkan kepada semua orang tatkala dirinya merasa menang. Ia mendengus. L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN