KTA’S 91 - s**t Face

2214 Kata

Suara getar kursi yang terseret lekas memenuhi sepetak ruang pengap dipenuhi deretan buku serta tumpukan baju saat satu tangannya menarik kursi keluar dari bawah meja. Ia mendesah pendek seraya mendudukkan tubuhnya yang lunglai lantas bersandar. Bola matanya mengedar pada berlembar-lembar kertas yang ia tumpuk begitu saja. Lantas terjulur meraih secarik kertas yang tampaknya cukup lama tenggelam dalam tumpukan. Ia menghela napas tatkala jemarinya membentangkan kertas yang tak lain adalah surat tuntutan deportasi yang pernah si burung bawa. Ia lantas tertawa. “Konyol,” gumamnya memaki. Bunyi dering ponsel mengalihkannya dari selembar kertas itu. Ditatapnya satu pesan yang muncul mengisi bar notifikasi. Ia mendesah pelan, lantas mengetuk layar ponselnya yang seketika menampilkan satu pesan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN