KTA’S 67 – Break Down

2245 Kata

“Ya, Maira,” suara Nanta berderai menyambut telinganya dengan lembut. Maira menelan ludahnya sendiri dengan susah payah.“Maaf ya, Mas. Kalau Maira ganggu Mas Nanta,” ucapnya menahan kelu. “Nggak apa, Maira.” Dada Maira terlonjak hanya karena suara halus nan lembut itu menyebutkan namanya. Namun buru-buru ia meredam jantungnya yang terasa tengah berpesta pora bersama desir darahnya. “Gimana keadaan Mas Nanta?” “Saya udah agak mendingan, cuma butuh masih harus diawasi dokter biar cepat pulih.” “Oh iya, Mas. Ada salam dari Bapak, semoga lekas sembuh.” “Aamiin. Terima kasih. Salamnya saya terima, ya. Tolong kamu sampaikan sama Bapak.” “Iya, Mas.” Dan terjeda selama beberapa detik. “Mas.” “Maira.” Suara itu bertubrukan yang kemudian berhasil menciptakan tawa yang berderai akrab. Dan a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN