Bab 51 Hari Baru

1050 Kata

Pagi itu, rumah Leo dan Naya sudah hidup sejak jam enam. Suara tangisan bayi kembar, Lara dan Lino, mengisi seluruh ruangan. Naya yang baru bangun masih mengenakan piyama berbunga, menyusuri kamar dengan langkah pelan, tangan menepuk perutnya yang kini sudah mulai mengecil tapi masih meninggalkan bekas keajaiban. “Shh… Nak, Mama datang,” gumam Naya sambil menggendong Lara yang baru bangun. Lino sudah terjaga di boksnya, matanya yang besar menatap sekeliling dengan ekspresi penasaran seperti miniatur Leo. Leo, yang baru pulang dari gym pagi, melangkah masuk ke kamar sambil menenteng kopi hangat. “Bagaimana malam ini, Nay? Masih sama ribetnya?” Naya menarik napas panjang. “Ribet, tapi lucu. Lara menendang selimut sampai jatuh, Lino malah nyengir sambil guling-guling. Aku rasa mereka ini k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN