“Terima kasih.” Ucap Ara. Devan pun tersenyum simpul, kemudian mereka melanjutkan lagi makannya. Selama menikmati makanan, mereka berdua tidak banyak bicara. Walaupun sebenarnya Devan ingin mengajak Sakura berbicara namun wanita itu terlihat enggan. Beberapa saat kemudian. Mereka berdua telah selesai makan dan membereskan meja makannya. Keduanya tengah berada di dapur. “Kamu tadi sudah membeli dan menyiapkan makanannya. Sekarang giliran aku yang akan mencuci mangkuk dan alat makan yang kotor,” Ujar Ara. Laki-laki itu menghentikan Sakura, kemudian dia berkata. “Tidak perlu. Aku bisa melakukannya.” “Ah!” Sakura pun terkejut mendengar apa yang barusan di katakan oleh Devan. Dia tidak percaya jika laki-laki itu bisa mencuci mangkuk dan alat makan yang kotor. “Apa kamu yakin,

