Chapter 86

1013 Kata

Sakura tanpa sadar mengatakan keberadaannya dan membuat Devan pun terdiam. Dia juga langsung diam dan tidak bicara lagi. Keduanya sama-sama diam, dan hanya terdengar suara nafas. Beberapa saat kemudian. “Ehm ... Devan,” Panggil Ara. “Ya.” Sahut Devan. “Maaf.” Ujar Ara. “Untuk apa meminta maaf. Kamu tidak perlu mengatakan maaf.” Ujar Devan. Mendengar perkataan Devan membuat Sakura terdiam lagi. Keduanya sama-sama memikirkan topik apa yang perlu mereka bicarakan. Namun, keduanya sama-sama tidak mendapatkan topik untuk pembicaraannya. “Bagaimana ini? Apa yang harus aku katakan?” fikir Ara. Akhirnya Devan yang terlebih dulu bicara dan bertanya pada Sakura. “apa kamu besok sibuk?” tanya Devan. “Mmmh ... Iya.” Jawab Ara. “Apa yang kamu lakukan besok?” tanya Devan. “Aku ..

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN