Di kediaman Kandra, dibwaktu menjelang pagi hari ia baru sajakembali kerumahnya, percekcokannya dengan Vira kali ini sudah sangat parah, Vira benar-benar kelewatan setiap kali berucap dan menuduh tanpa pernah ada kejelasan. “Dari mana kamu?” Pekik Vira yang tiba-tiba sudah muncul didepan Kandra. “Minggir! Aku mau tidur aku capek, jangan cari ribut pagi-pagi!”Lewati Kandra, Vira disana. “Kamu dari mana?” Pekik wanita itu lagi, “pakaian bau alkohol, kamu main perempuan kan, kamu tidur di p*****r mana lagi!” Seketika Kandra berbalik menatap nyalang Vira, “p*****r, pelacurbmana? Jangan suka nuduh-nuduh, aku tidur dirumah Hendrik teman kantor ku, kamu bisa chek sendiri kesana!” “Omong kosong! Aku tidak percaya kamu tukang selingkuh, sekali selingkuh akan terus berselingkuh. Aku menyesal me

