Regina yang baru saja terbangun dari tidurnya. Dia hanya memakai baju tidur lengan panjang dan celana panjang. Berjalan menuju ke dapur mengambil satu gelas air. Lalu meneguknya secara perlahan. Pandangan matanya Melirik ke arah Alice yang seperti biasa wanita itu sibuk di dapur. Regina tersenyum tipis, dia meletakkan gelas kosong itu di atas meja. Dan, segera berjalan mendekati Alice. Pikiran liriknya mulai kembali merasuki dirinya. Seolah Regina yang baik kemarin hanya sesaat. Sifatnya seketika berubah, seperti wajahnya yang penuh kepalsuan. "Alice.. Kamu masih sendiri? Apa di rumah ini belum juga ada pembantu?" tanya Regina. Dia melipat kedua tangannya. Sembari menyandarkan pinggulnya di meja dapur. Alice hanya diam saja, tanpa memperhatikan Regina. Dia sudah beberapa kali sabar mengha

