Nindya pov Aku berjalan ke tempat duduk yang menghadap ke jalanan yang dibatasi kaca. Tadinya aku cuma mau membeli makan untuk dibawa pulang. Tapi karena hujan diluar semakin deras ditambah tidak membawa mobil, jadi kuputuskan untuk menunggu hujan sedikit reda. Walaupun membawa payung dan bisa memesan uber tapi tetap saja dingin diluar membuat orang-orang enggan beranjak dari kafe ini. Aku menatap air yang terus turun dari langit itu, yang kini membuat kaca di depanku menjadi buram. Dan tampaknya tidak ada tanda-tanda hujan akan mereda dalam waktu dekat. Jam di pergelangan tangan kiriku menunjukkan angka sembilan lewat sepuluh. Yang kuinginkan sekarang adalah pulang dan bergelung di dalam selimut. Sejak pagi tadi aku belum sempat istirahat karena shift jaga. Mataku bertambah berat dan

