Part 12

1481 Kata

Author pov Tidak menunggu setengah jam Abra tiba dengan mobil hitamnya di tempat penitipan Ayya. Abra mendapati Nindya yang tengah duduk di kursi tunggu, dan langsung berdiri begitu melihat Abra berjalan menghampirinya. "Aku telpon Bik Nah, Ayya belum pulang, aku sudah mencari di sekitar sini tapi tidak ada” suara Nindya terdengar bergetar dan wajah wanita itu tidak bisa menyembunyikan kepanikkannya. "Pak Gus bilang apa tadi?” Suara Abra lebih terkendali tapi jelas raut wajah laki-laki itu begitu serius. "Ayya dijemput laki-laki dengan mata sipit dan kulit putih, ak… mungkin...." "Apa?" Mata Nindya mulai berkaca, menatap mata hitam Abra. "Apa kita harus lapor polisi? Apa Ayya diculik?" Seketika pikiran Nindya berjalan sendiri. Membayangkan kemungkinan yang tidak-tidak. Ditambah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN