Asyura menyambut kehadiran Asa dengan penuh kehangatan. Dia menarik kursi untuk Asa sehingga menunjukkan jika ia tidak berbahaya. Dia benar - benar mempersiapkan semua dengan baik. Bahkan tempat yang ia pilih adalah league rooftop, privat, tak ada seorang pun. "Silakan... " Asa mengangguk, dia bersikap setenang mungkin agar Asyura tidak menyakiti Indra yang kini entah di mana. Apalagi suaminya masih dalam keadaan baru sembuh, ia jelas tidak akan memiliki kesempatan untuk menang melawan Asyura. Yang bisa ia lakukan adalah menurut dan menyerang dengan semprotan merica jika Asyura berubah agresif. Asyura kembali ke tempat duduknya semua. Dia tak bosan memperhatikan Asa yang duduk anggun. Dari tatanan rambut, mata, hidung, bibir dan pakaian yang ia kenakan-- semua sempurna di mata Asyura.

