Meski Asa masih belum melupakan perasaanya pada Indra namun Asa juga tidak bisa melupakan rasa sakit hati atas semua yang Indra lakukan padanya. Cintanya yang tumbuh dengan subur, terhalangi duri - duri bernama sakit hati, kecewa akibat semua penghianatan dari Indra. Duri itu lama - lama mencekik sang pohon sehingga layu dan terancam mati. Jadi Asa sama sekali tidak menangis kala Indra meninggalkan rumah dengan wajah tertunduk dan gontai. Perasaan simpatik pada Indra sudah menghilang digantikan mati rasa. Apalagi Asa merasa dipermainkan oleh suaminya, sehingga terlihat jelas jika pria itu sama sekali tidak menghargainya. Bagaimana mungkin pria yang semalam meniduri wanita lain dan mengirim gambar mereka berhubungan intim tapi sekarang dia mengatakan menyesal dan meminta kesempatan. Sudah

