Kebenaran Sesungguhnya

1808 Kata

Cerita tak menyenangkan di rumah pun terjadi. Baik Indra maupun Asa enggan memulai percakapan seolah keduanya adalah orang asing. Bertha hanya mendesah sedih akan kondisi rumah tangga yang menjadi seperti neraka ini. Namun Bertha tidak menyalahkan Asa sebab seperti apapun dia mencoba memulai percakapan, Indra hanya mengangguk dan pergi sebagai tanggapannya. Wanita mana yang tidak sedih jika suaminya bersikap seperti itu. Apa lagi sekarang Indra sudah mulai bersiap untuk keluar malam seperti biasanya. 'Bagaimana caranya agar rumah tangga ini baik - baik saja.' "Aku pergi dulu. Jangan tunggu aku untuk makan malam. Aku akan pulang terlambat," pesan Indra dengan wajah dingin. "Ya, tapi aku juga punya acara bersama teman - temanku. Apa boleh aku keluar dengan mereka?" jawab Asa yang mengu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN