23-Sadari

1602 Kata

Suara mesin printer terdengar di sebuah kamar yang didominasi warna putih dan hijau muda. Kertas-kertas mulai berserakan di lantai. Gadis berkaus lengan panjang dan bercelana pendek itu duduk bersila di antara kertas-kertas. Satu tangannya bertopang dagu, pandangannya tertuju ke kertas yang keluar dari mesin printer di depannya. Pagi ini, Revila mencetak laporan tugas akhir sebelum dijilid. Sebenarnya ini tugas Lory, tapi karena lelaki itu ada kelas mengulang, Revilalah yang akhirnya mengambil alih. Gadis itu ingin tugas akhir ini segera berakhir. Sambil menunggu mesin printer itu mencetak seluruh dokumen yang jumlahnya ratusan, Revila sesekali memejamkan mata. Lalu dipikirannya mulai ingat kejadian semalam saat berbincang dengan Rena. “Terus siapa?” tanya Rena sekali lagi. “Aaaa Kakak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN