Seperti sebelumnya, sepulang kerja Noel ada janji kencan dengan seorang gadis yang belum diketahuinya. Dia hanya mendapat kabar dari mamanya kalau gadis itu menunggu di taman dan memakai kaus berwarna abu-abu. Noel berharap kali ini tidak ada gadis agresif lagi. Jika sampai itu terjadi, dia langsung akan pergi tanpa meladani lagi. Terserah akan dianggap sombong atau apapun. Dia tidak peduli sama sekali. Sampai di taman, Noel langsung duduk di bangku dekat pohon. Seperti sebelumnya juga dia tanpa repot-repot mencari. Lelaki duduk sambil mengedarkan pandang. Sejauh mata memandang tidak ada gadis berkaus abu-abu. Noel berharap gadis itu tidak datang sehingga dia bisa pulang dengan tenang. “Lo Noel bukan?” Baru juga saja Noel berharap gadis itu tidak datang, tapi sepertinya Tuhan berkehend

