Kicauan burung terdengar merdu dan matahari pun sudah kembali hadir, guna menjalankan tugasnya menerangi marcapada. Pagi itu sinarnya begitu cerah, terpapar di permukaan bumi, termasuk juga pada wajah Wala yang semenjak tadi malam masih tertidur di kursi balkon kamarnya. Sontak Wala mengerjap akibat merasa silau oleh terpaan surya yang seakan menusuk di kedua netranya. "Ah, sudah jam berapa sekarang?" Wala mengucek matanya dan merasa sedikit linglung. Tentu saja karena dia merasa sedang tidak berada di tempat yang wajar. "Dari tadi malam rupanya aku ketiduran di sini." Perlahan, kesadaran Wala mulai mendekati titik normal dan dia ingat kalau dari tadi malam sudah berada di balkon itu. Wala menggeliatkan tubuhnya dan mengangkat punggung dari permukaan kursi. Badannya terasa ngilu dan o

