'Kenapa aku harus bertemu denganmu setelah kamu sudah beristri, Mas? Aku yakin cintaku padamu dengan cinta Ratih itu tidak kalah besar. Kita sama-sama memiliki cinta yang besar, bahkan mungkin cintaku jauh lebih besar daripada cinta Ratih. Ah, ini hanya masalah waktu saja kan? Aku datang saat semuanya sudah terlambat.' "Jangan bersedih begitu. Kita akan cari solusinya sambil berjalan. Yang penting sekarang, kita nikmati dulu perjalanan kita berdua. Meskipun memang setiap keluar seperti naik roller coaster, jantung terus berpacu dengan cepat, tetapi itu justru asik kan?" ucap Alfi diiringi dengan tawa. Dania tertawa kecil, tawa yang dipaksakan. Mungkin asik bagi Alfi, tetapi begitu menegangkan bagi Dania. "Mas, Sebenarnya yang paling aku takutkan itu satu. Aku takut ibu dan bapak tahu ka

