EMPAT PULUH

1919 Kata

“Kamu mau ikut Liz?” Tanya Dimas. Pagi ini ia ditelepon Ganjar kalau Dandy sudah berada di markasnya. Sedangkan, pagi ini juga, ketika ia bangun, Bayu tak ia temukan di sudut mana pun apartment ini. Namun ada satu pesan yang masuk, dari Kakek Yadi yang mengatakan Bayu ada di rumah. Dimas tenang. Mungkin Bayu sedang ingin masuk ke dalam portal, untuk menambah kekuatannya, atau hanya ingin mengalihkan pikiran. Mengingat banyak masalah yang belum sempat terselesaikan dengan baik. “Ikut ke mana Om?” Tanya Elizabeth. “Jalan-jalan, mau?” Jawab Dimas. “Mau!” Seru Elizabeth semangat. “Yaudah, cepet abisin sarapannya abis itu kita pergi sebentar baru jalan-jalan.” “Oke Om!” Keduanya pun melanjutkan sarapan pagi. Ketika selesai, Dimas membenahi piring bekas makanan ke dapur, dibantu oleh Eliz

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN