EMPAT PULUH LIMA

1846 Kata

“Dim, kalo gue mau bahas sesuatu di luar kerjaan boleh?” Tanya Bayu, membuat Dimas langsung duduk tegak di kursinya. Dalam hatinya, Dimas seperti sudah tahu apa yang akan dibicarakan oleh Bayu. Tapi tetap, Dimas tidak siap dengan topik ini. “Oh iya Boss, bahas apa?” Tanya Dimas, nada suaranya terdengar santai, ia seperti mampu mengendalikan diri untuk tidak telalu terbawa oleh perasaaan. Terlihat Bayu menarik napas panjang, kemudian menyesap kopi miliknya lagi sebelum bicara. Sementara Dimas sudah siap menunggu dengan tenang. “Emm, gimana ya? Gue gak enak ngomong sama lo.” Ucap Bayu, “Ya ngomong aja Boss.” Dimas terus berusaha menenangkan diri. Ia tahu, Boss-nya merupakan sosok orang yang bijak, jadi apapun yang akan dikatakan Bayu, pasti baik. “Soal Elizabeth,” Ucap Bayu pelan namun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN