LIMA PULUH SEMBILAN

1549 Kata

Kakek Yadi gelisah, sudah dua hari dan Bayu belum kembali. Saat ini, Dimas semakin pucat. Kakek Yadi takut Dimas akan pergi dalam hitungan jam dan Bayu belum juga pulang. Sementara menunggu, Kakek Yadi benar-benar membongkar semua buku di perpustakaan, juga di komputer Dimas karena ada buku yang sudah diubah menjadi digital oleh Dimas. Tapi hasilnya nihil. Tak ada yang tahu keberadaan Batu tersebut. “Mas? Dimas? Kamu denger kakek? Bertahan ya Nak! Bertahan! Kamu gak boleh kaya pendahulumu yang harus kehilangan nyawa karena portal itu. Kakek yakin, kamu lebih kuat dari mereka.” ucap Kakek Yadi pada Dimas. Tak lama, alarm di meja berdering. Seperti biasa, kakek Yadi memberikan ramuan pada Dimas, dan wajah Dimas meskipun masih pucat namun sedikit lebih merona. Tahu kalau Dimas akan baik-b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN