“Tarik napas Boss!” seru Dimas. “Gak usah ngajarin gue, lu!” “Ya kan cuma ngasih saran,” Bayu seperti ragu-ragu, namun Dimas yang kini tengah berdiri di hadapannya dengan bantuan tongkat terus menyemangatinya. Saat ini mereka ada di halaman belakang, di depan portal lebih tepatnya. Hari ini Bayu berencana untuk masuk ke portal dan melamar Elizabeth. Tentu saja, Bayu perlu menyiapkan mental karena saat melewati portal, dia tidak akan menjadi dirinya saat ini, melainkan menjadi Buto Ijo. Dan hal ini membuat Bayu tegang. “Tarik napas, Boss!” entah ini ucapan Dimas ke berapa kali. Tak henti-hentinya ia menyuruh Boss Bayu menarik napas panjang-panjang karena sepertinya ketegangan membuat Bayu lupa bernapas. Bayu pun menarik napas panjang beberapa kali, sebelum akhirnya ia pamit melangkah

