bar-barnya erisa

1389 Kata

Pemuda jangkung itu memarkirkan motornya sembari melepas helm miliknya. Gadis berkerudung yang duduk di belakangnya secara naluri melompat turun lalu mengerjap samar saat sang kembaran melepaskan helm miliknya. "Beneran makan dipinggiran jalan begini?" Tanya Syahid dengan kening mengkerut. Masih memandang tidak bersahabat warung makan di hadapannya kini. "Walaupun di pinggir jalan, tetap enak kok makanannya. Yang lebih pentingnya itu harganya terjangkau," balas Qila sudah melangkah lebih dulu membuka pintu dari terpal itu. Syahid masih terdiam ragu. Seumur hidupnya belum pernah makan ditempat begini. Apalagi pinggiran jalan yang berkontak langsung dengan asap jalanan. "Masuk sini!" Syahid mengangguk pelan lalu melangkah pelan sembari mendudukan diri di sebelah Syaqila yang sudah mendon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN