"Kok deg-degan gini ya bang" tanya Fiyah polos. "Udah rilex aja ya, yang penting semangat" Kahfi mengantarkan Fiyah ke tempat dimana seleksi diadakan. Banyak umat manusia yang berlalu lalang dengan menggunakan baju Hitam putih. Mereka membawa buku yang sangat tebal-tebal. Dilihat dari raut wajah mereka bahwa mereka sedang khawatir, gelisah dan gugup. Kahfi menunggu Fiyah di kantin Universitas yang ada di daerahnya. Universitas yang lumayan besar dan bagus tetapi dia tidak minat sama sekali untuk menempuh pendidikan disana. Sembari menunggu Fiyah, Kahfi memasukan sepuntung rokok ke mulutnya. Sudah lama rasanya dia tidak menikmati rokok yang menemani hari-harinya selama ini. Dia ingin berhenti merokok tetapi tidak bisa. Fiyah mengerjakan soal seleksi dengan teliti

