Chap 50

1075 Kata
22.09 Tasya terbangun karena perut nya yang keroncongan, ia pun segera turun dari ranjang sesaat itu pula ia sadar bahwa ia belum berpakain i pun dengan cigap memunguti pakaian yang ada di lani lalu membawa nya ke kamar mandi. di kamr mandi ia memakai pakaian nya dan tak lupa mencuci muka. sesaat ia keluar ia terkejut karena ada Niko yang tiba tiba berada didepan pintu kamar mandi. "kamu ngapain mas..." ucap Tasya sambil mengelus elus d**a nya yang terus berdegup karena ulah Niko. "ayok tidur" ajak Niko dengan wajah nya yang masih mengantuk "aku lapar mas, kamu mau makan?" tanya Tasya "besok aja ayok tidur lagi" rengek Niko yang masih terus mengajak Tasy auntuk tidur lagi, seperti anak yang mencari mama nya. "kamu tidur aja dulu, nanti kalau aku sudah makan aku kesini lagi kok" ucap Tasya agar Niko memahami nya "tapi aku tak bisa tidur tanpa kamu"  'blushhh... merah sudah pipi Tasya bagaimana tidak pria itu berucap seolah ia tak sdar bahwa ada hati nyang ia buat terbang. 'tak bisa tidur tanpa aku, apa aku sangat berarti baginya apa sekarang ia bergantung sama aku boleh aku berharap lebih tuhan?' ucap Tasya dalam hati namun ia segera menggelengkan kepala nya  'ahhh nggak nggak jangan gegagabah Tasya Niko mungkin sedang ngantuk jadi ngomong nya ngalur ngelidnur' "aku lapar mas, tadi siang aku nggak makan .. gimana kalau kamu ikut aja aku ke dapur aku makan nya cepat kok" ajak Tasya dan Niko mengangguk setuju. akhirnya mereka berdua bersama sama ke dapur dengan Tasya yang memimpin di depan.  setelah sampai di dapur Niko duduk di meja makan. meletakkan tangan nya di atas meja sebagai bantalan dan kembali menutup matanya.  "kamu mau makan mas?" tanya Tasya "mau , tapi aku malas" jawab NIko pelan seolah tak bertenaga  "aku suapin ya" tawar Tasya "boleh" Tasya yang awalnya hanya mengambil sesendok nasi kini mengambil lagi dan menambah lauk nya kembali, yang membuat piring yang ia bawa menjadi penuh.  untung saja Bik Mirna pengertian dan memasaka ini semua untuk Tasya, jika tidak maka Tasya harus masak malam malam gini alhsasil hanya mie yang bisa ia buat, selagi praktis dan cepat setelah terisi Tasya duduk di samping Niko dan mengambil suapan pertama. mengarahkan sendok nya ke depan bibir NIko. "mas aaakkk... buka mulutmu mas" perintah Tasya Niko menurut ia membuka mulut nya. mereka berdua pun makan dengan tenang, tak butuh waktu lama nasi didalam pring Tasya ludes seketika. wanita itu sgera membawa nya ke wastafel dan mencuci nya.  sudah selesai ia kembali ke tempat Niko. dan mencium pipinya. "mas bangun" ucap Tasya tepat di telinga Niko "tasya aku ngantuk jangan goda aku" rengek Niko seperti anak kecil yang di ganggu tidur nya. "yaudah ayok kembali ke kamar" "Hmm.. ayok" Niko menggandeng Tasya dan segera membawa nya kembali kekamar. di kamr Niko langsung memeluk erat tubuh Tasya seolah istrinya itu adalah guling, dan Tasya pun tak memberontak ia menerima semua nya dengan senang. mungkin ini akan jadi hal yang dirindukan nya saat mereka berpisah nanti. jadi Tasya tak akan menyianyiakan ini. "mas.." panggil Tasya Niko tak menyaut spertinya pria itu benar benar sudah tidur, Tasya tak jadi memanggil nya dan ikut masuk ke dalam dunia mimpi bersama. . . . 08.27 Alexi sedang sibuk sarapan dikejutkan dengan kedatangan Niko. "sayang.." teriak Alexi riang "lagi makan?" tanya Niko sembari berjalan ke arah Alexi. dan sesampai nya di dekat Alexi wanita itu langsung menyambar tubuh Niko dan memeluk nya dengan erat. Niko tak menolak bahkan ia membalas pelukan bumil itu tanppa protes. setelah berpelukkan ia duduk di kursiny ayang ada di samping ranjang Alexi. bibik yang merawat Alexi mengerti ia langsung pergi dan membiarkan dua sejoli itu melepas rindu yang salah. hubungan Alexi dan Niko suda banyak yang tau, namun dengan kelihai an dan kekuatan uang Niko menyuap semua saluran Tv agar tak memberitakan mereka berdua. "kamu kenapa semalam nggak kesini?" tanya Alexi "aku pulang kerumah ehh malah ketiduran" ucapn Niko dengan wajah tak bersalah nya. "kamu jahat" rengek Alexi "maaf...yaudah sini biar aku yang suapin ya" Niko mengambil sendok yang ada di tanga Alexi  "aku sayang sama kamu tapi kenapa kamu gini si" "maaf aku janji malam ini akan tidur disini" "hari ini aku pulang" "yaudah aku temani kamu di rumah ya" Tasya tak menjawab sebab Niko sudah menyuapinya dengan sesendok bubur ayam nya.  setelah lam diam akhirnya Alexi kembali bersuara "niko.." panggiil nya "iya" NIko masih memfokuskan dirinya dengan bubur ayam yang ada didepan nya "kamu tau kalu bumil ngidam kan?" tanya alexi "iya tau, kenapa . apa kamu lagi ngidam? sebut aja kamu mau apa, aku aka mewujudkan semua nya untuk kamu dan anak kita" ucap Niko antusian "benarkah ? semua nya?" Alexi menyakinkan Niko "iya sayang. kamu mau apa?" jawab Niko sambil memncet hidung mancung milik Alexi. "aku mau kamu" jawab Alexi To the point "aku akan selalu di samping kamu kok" "buka gitu" "lalu?" "aku mau kamu seutuh nya , tenpa perlu dibagi niko.. aku mau kita segera nikah dan kamu menceraikan istri kamu karena kau tak suka jadi yang kedua ataupun memiliki saingan.. aku hanya mau kamu fokus dengan aku" Niko diam ia bingung untuk merespon ucapan alexi "kenapa? mau sampai kapan kita begini terus , sebentar lagi anak ini akan lahir apa kamu tega dia lahir di hubungan yang nggak jelas ini!! atau jangan jangan kamu sudah jatuh cinta dengan istri kamu" tuduh Alexi "Al..." "kamu jujur aja iya kan !!" " aku akan memikirkan soal pernikahan kita jadi jangan bawa bawa Tasya kemasalah ini" "gimana nggak bawa bawa, dia kan orang ketiga di hubungan ini !!"  "terserah apa kata kamu" Niko sedang masal berdebat, padahal ia tadi kesini ingin berbaikan dengan Alexi. "kalau kamu nggak mau menikahi aku , yasudah aku akan gugurkan anak ini..biar nggak ada lasan bagi kita untuk bersama" ancam Alexi yang mebuat rahang Niko mengeras ia kesal dan marah dengan ucapan Alexi barusan bisa bisa nya wnaita ini mengatakan untuk membunuh darah dagingnya. "coba saja kau gugurkan anak aku" ucap Niko dingin "lagian kamu juga nggak sayang dengan dia untuk apa aku pertahankan..aku nggak mau dia sengsara saat keluar. didalam saja ia seperti ini"  "jangan gegabah Alexi kau tau giman marah nya aku bukan? jadi jangan coba coba" ucapp Niko lalu ia sgera pergi dari hadapan Alexi , ia takut malah tambah emosi dan melukasi Alexi dan anak nya.  >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> To be continue ngetik sambil ngantuk sih ini fiks.... semoga kalian suka yaaa jangan lupa beri like dan komentar nya para readers ku 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN