CHAP 35

1129 Kata
Suara petir yang terus bergemuruh dari arah luar rumah membuat nyali Tasya untuk membuka pintu menjadi menciut di tambah lampu mati dan Bik Mirna yang tak ada di rumah.  ia mengurungkan niat untuk membukanya dan berjalan kembali kerumah namun suara ketukan dari luar terus meneurs tak henti henti nya sampai ketika ... "TASYA... TASYA... TASYA...." teriak seseorang dari luar namun suara tersebut dapat dikenali oleh Tasya. ya siapa lagi kalau bukan NIko  Tasya buru buru membuka pintu dan ketika buka nya betapa terkejut nya ia bahwa Niko sudah berda tepat di depan nya dengan keadaan mabuk berat.  "mas...." teriak tasya ketika tubuh Niko ambruk ke arah nya. Tasya menagkap tubuh Niko dengan tubuh kecil nya.  lalu membopong Niko de arah kamar.  "Mas kamu kenapa?" Tanya Tasya selagi jalan Niko tak menjawab karena sudah pingsan. Tasya menjatuhkan tubuh Niko ke atas ranjang nya. "mas kamu kenapa? bau alkool lagi " cercah Tasya sambil membuka sepatu Niko dan duduk di samping Niko sambil terus mendumel  "pergi berhari hari pulang mabuk mabuk an gini ... masih ingat sama yang disini !! aku pikir sudah lupa !! kenapa sekalian nggak pulang saja !!"  Tasya hendak beranjak dari ranjang nya tapi di tarik kembali oleh Niko dan di bawa nya ke dalam dekapan. "M-mas..." panggil Tasya yang mencoba untuk bangun "sstt...." Niko membungkam bibir Tasya dengan bibir nya.  Tasya mencoba mebmberontak namun apa daya kekuatan Niko lebih kuat dari nya.  Niko awal nya hanya menempelkan bibirnya namun lama kelamaan bibir nya malah menjadi lebih aktif menjelajah bibir Tasya. Bahkan wanita itu sangat sulit mengimbangi permainan nakal Niko di bibirnya.  "mas lepas kan aku ... aku nggak mau" ucap Tasya di selang selang ciuman Niko  "sayangku tenanglah kenapa kamu seperti ini denganku ... bukan kah kita sudah menikah, kenapa kau menolak ku kau mau masuk neraka.. aku hanya ingin bersenang senang dengan istriku kenapa kau menolak ha!" ucap Niko dengan nada yang tiba tiba tinggi membuat nyali Tasya ciut. PLAK !! Tasya menampar wajah Niko agar pria itu sadar, Tasya tak ingi dibawake langit namun tiba tiba di jatuhkan ke palung terdalam mariana.  Niko tersenyum Smirk, ditariknya tangan Tasya yang menampar nya tadi. "kau menamparku?" tanya nya yang masih mempertahankan senyum smirk nya "apa aku tak boleh ?"  "tentu saja tidak , kau lupa kau siapa !! jangan berlagak menjadi istriku sebenarnya jika kau tak mau melayani ku , bahkan jangan pernah bermimpi"  "aku tak pernah meminta untuk menjadi istrimu tuan Niko Hartanto"  "tapi sekarang kau sudah menjadi istriku" "dan kamu bilang kita akan bercerai bukan ? jadi untuk apa kita berlakon seolah suami istri jika nanti nya bakal berpisah" "kau ingin kita selama nya bersama?" "aku tak ingin bersama dengan orang yang tak menginginkan ku di tambah ia mencintai orang lain selain aku" "wahhh istriku yang manis ini sudah pintar bicara sekarang, kenapa .. kenapa tak kau ucap kan ini kemarin di hadapan mama ku " "apa aku di perbolehkan , tidak .. bahkan untuk mengucapkan sepatah kata pun aku tak di izinkan" "kau ingin mama mendengarkanmu?" Tanya Niko sambil mengelus pipi Tasya lembut namun di tolak ksar oleh Tasya "apapun yang aku lakukan mama my tak akan menerimaku , jadi untuk apa aku berusaha lagian kita akan berpisah"  "berpisah? dalam mimpi mu nyonya Tasya Hartanto" ucap Niko dengan wajah dingin nya "apa mau mu ha !! dari kemarin kamu selalu bilang seperti ini ... dan besok nya kamu pasti akan lupa !!"  "kau ingin bercerai bukan ? akan aku kabulkan jika kau memberikan ku keturunan "ucap Niko telak "ha !! nggak !! kamu nggak bilang ini kemarin" "ini syarat tambahan dari ku"  "tapi aku nggak mau"  "ya sudah kita jadi suami istri selamanya" "dan aku nggak mau juga" "aku nggak akan melepaskan mu sampai aku punya anak dari rahim mu" ucap Niko dan ia hendak meninggalkan Tasya namun tertahan karena HP nya tiba tiba berdering.  Saat ia ingin mengangkat telpon nya ternyata yang menelpon mama nya.  "Halo Ma,?" ucap Niko setelah mengangkat telpon "Ni-niko .. ka kamu di dimana?" ucap mama Linda denga n terbata bata  "aku di luar sekarang.. mama tenang ya .. mama jelasin sama Niko pelan pelan mama kenapa?"  "ke rumah sakit sekarang ... Papa kecelakaan dan sekarang sedang di operasi.." ucap mama Linda dengan tangis nya yang sudah pecah di ujung panggilan lalu tiba iba panggilan nya terputus NIko yang mendengar nya pun syok. Tasya melihat samar dengan pencahayaan yang rendah bahwa Niko sedang terdiam menatap Handphone nya yang sudah mati. "kenapa? kamu nggak papa?" Tanya Tasya yang masih belum tau maksud telpon tadi Niko mengambil sepatu nya dan berjalan keluar dengan sedikit berlalri lalu di kejar oleh Tasya. "Mas... masss" panggil Tasya namun Niko tetap tak mengehentikan lari sampai ketika mereka di luar rumah yang msih hujan lebat Niko berlari kehilangan dengan arah buntu. Tasya terus mengejer Niko sampai di ujung jalan pria itu berhenti dan langsung di tangkap oleh Tasya. "mas kamu tenang ... kamu mau kemana?" tanya Tasya "ke rumah sakit... pa papa kecelakaan" ucap pria itu dengan suara pelan  "mobil kamu kemana?"  "aku nggak tau tadi aku mabuk..." "ya ampun... kamu tunggu disini aku akan berhenti in mobil yang lewat..." ucap Tasya yang membawa Niko ketempat yang teduh agar pria itu tak kehujanan . sebab di rumah Pak Roni juga tak ada dirumah karena di suruh Tasya untuk mengantar Bik Mirna, dan sampai sekarnag pun juga belum pulang.  Tasya terus menerus mengehentikan mobil yang lewat .. namun meoobil mobil itu tak ada yang mau berhenti  sampai ketika ada mobil bak belakang yang tiba tiba berhenti.  "pak boleh bantu saya?" tanya Tasya dengan tubuh nya yang sudah menggigil karena kedinginan  "iya kenapa mba?" "boleh antarkan saya kerumah sakit?" "boleh boleh , ayok naik"  "tunggu sebnetar pak , say mau panggil suamii saya" ucap Tasya lalu berlari ke arah Niko yang masih shok di pojok jalan "Mas ayok..." ajak Tasya lalu menuntun Niko masuk ke dalam mobil. mereka duduk di bagian depan karena mobil ini hanya ada tempat duduk didepan . jika mereka duduk dibelakang yang ada mereka kehujanan karena bagian belakang terbuka.  "terimakasih pak sudah mau mengantar kami" ucap Tasya tulus sambil "dan maaf jika mobil nya jadi basah" tambha Tasya "iya nggak papa nona" jawab pak sopir baik hati itu Tasya meraih tangan Niko dan menggenggam nya dengan kuat, ia ingin menyalurkan kekuatan nya untuk sang suami.  Pak sopir yang ada disamping mereka sedikit melirik ke arah dua sejoili tersebut dan tersenyum. >>>>>>>>>>>>>>>>>> Bersambung  nulis malam malam dengan waktu mepet adalah hobi author tiap hari  karena tiap hari Author ingin selalu update :)  semoga kalian pada suka dengan cerita halu author ini :) maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisan karena author masih belajar dan akan terus belajar  di tunggu komentar komentar manis kalian di kolom komentar terimakasih salam dari dunia perhaluan  By : Pearl    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN